Minggu, 11 Januari 2009

Software Bajakan di Indonesia

Software Bajakan di Indonesia

Indonesia adalah negara ketiga "pembajakan" terbesar di dunia setelah Cina dan Vietnam. Mungkin Anda prihatin dengan kebobrokan Indonesia. Berarti Anda prihatin dengan Anda sendiri. Kenapa begitu? Apakah Anda pelaku pembajakan atau mungkin bukan?.

Sebenarnya siapa saja wajib prihatin atas pembajakan di Indonesia, karena pembajakan sudah tersebar luas dan ada di sekeliling Anda. Bahkan di department store banyak software bajakan yang sebenarnya dapat di jangkau dan di atasi dengan mudah oleh aparat, dan para pembajak dapat kaya karena pembajakan.

Memang pembajakan di Indonesia sudah mendarah daging, dan saya terkejut kepada beberapa orang yang memang masih awam dalam berkomputer, tidak mengetahuinya sama sekali harga software asli. Dan tidak mengetahui pengetahuan lebih tentang lisensi sebuah software. Sulit sekali bagi para pelaku pembajakan (mungkin termasuk kita) dan pemerintah untuk menanggulangi masalah ini, dengan berlakunya Undang-Undang HAKI dan berkembangnya open-source, tetap saja sangat sulit untuk memberantas pembajakan.

Sebenarnya bukan sulit memberantas pembajakan. Mungkin pemerintah bisa mengadakan razia besar-besaran terhadap software bajakan di seluruh wilayah Indonesia. Tapi apakah nanti Indonesia dapat berkembang dalam IT? Rasanya jawabanya tidak, atau sulit. Memang bisa tapi sulit karena pembajakan sudah mendarah daging dan didukung dengan mudahnya membajak, anak TK pun dapat membajak software, percaya?

Saya disini memberi masalah kepada Anda dan solusinya kita pecahkan bersama. Salah satunya dengan kesadaran yang tinggi dan sikap menghargai terhadap Hak Cipta, baru setelah itu kita bisa mengembangkan open-source, yang memang sudah didukung penuh oleh pemerintah. Saya berbicara disini, bukan berarti saya tidak membajak. Saya disini ingin mencari solusi untuk pembajakan di Indonesia. Anda mungkin sudah tahu situs open-source yang beredar di internet yaitu igos-source.org menampung lebih dari 20 distro Linux/BSD terbaru (dalam bentuk ISO CD).

Ada banyak distro yang ada di IGOS-Source antara lain: Knoppix, Fedora, openSUSE, CentOS, FreeBSD, PC-BSD, Slackware, Ubuntu, dll. Untuk distro-distro Lokal: Xnuxer, BlankOn, WinBI, Linux Sehat, dan WaroengIGOS. Kunjungi situs ini di alamat http://igos-source.or.id. Mungkin ini langkah awal bagaimana mengembangkan open-source dan menjauhi pembajakan. Mari kita cari solusi bersama-sama. Yakin pembajakan dapat diminimalkan atau bahkan kita tidak mengenal kata pembajakan.

Walaupun membutuhkan waktu yang lama, itu bukan masalah yang utama, yang penting sekarang kita berniat untuk mengatasi pembajakan dan jangan selalu menyalahkan pemerintah terhadap masalah, yang mungkin sebenarnya kita yang membuat masalah itu sendiri. Karena pemerintah sendiri sudah berusaha keras untuk mensejahterakan rakyatnya, sutuju? (Anda yang bilang "Tidak", berarti Anda adalah biang dari segala masalah)

Mati Pembajakan - Hidup Open-Source.

Pintunet.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar