Jumat, 28 November 2014

Exberry, Pewarna Alami dari GNT Group

jelly candy yang menggunakan exberry sebagai pewarna

Tepat pada tanggal 15 Oktober 2014 lalu Expo Bahan Pangan terbesar se-Asia atau lebih dikenal dengan Food Indgridient Asia (FiA) diadakan di Indonesia. Berlangsung selama tiga hari expo ini berlokasi di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, sekitar 400 pengisi expo berasal dari berbagai negara seperti China, Thailand, Belanda, USA dan banyak lagi. Berbagai macam bahan tambahan pangan (BTP) ditampilkan di expo tersebut, seperti pemanis, pengawet, emulsifier, pengasam dan lain sebagainya. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah pewarna.
Menurut BPOM (2013) yang disebut pewarna adalah bahan tambahan pangan berupa pewarna alami dan pewarna sintetis, yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan mampu memberi atau memperbaiki warna. Berdasarkan sumbernya, pewarna dapat diklasifikasikan sebagai pewarna alami, identik alami dan sintetis. Pewarna sintetis diperoleh dari sintesis bahan kimia. Perbedaan pewarna alami dan pewarna identik alami adalah jika pewarna alami dibuat dari sumber alami seperti tumbuhan, hewan, mineral dan bahan alami lainnya. Sedangkan pewarna identik alami dibuat melalui sintesis secara kimia tetapi memiliki sifat kimia yang identik dengan pewarna alami (Wijaya dan Noryawati 2009).
Dewasa ini masyarakat lebih memilih menggunakan bahan-bahan alami karena faktor kesehatan. Begitu pula dengan BTP, masyarakat akan cenderung memilih BTP alami dibandingkan dengan BTP sintetis seperti pewarna alami. Pewarna alami disamping memberikan warna pada makanan dapat memiliki fungsi lain seperti perisa, antioksidan, antimikroba dan lain-lain. Namun pada umumnya pewarna alami rentan terhadap pH, sinar matahari dan suhu tinggi. Salah satu produk pewarna alami yang terdapat di FiA adalah Exberry. Exberry merupakan salah satu produk pewarna alami yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jerman GNT. Dengan teknologi yang dikembangkan oleh GNT  pewarna alami yang dihasilkan dapat lebih stabil terhadap pH dan panas. Pewarna alami ini juga dapat diaplikasikan ke bergabai macam produk pangan seperti produk-produk convectionary, baverageice cream, bakery dan sebagainya. Namun walaupun berasal dari bahan alami tetap saja penggunaan BTP pewarna harus mematuhi aturan yang ditetapkan demi menjaga kemanan prodak pangan tersebut. Di Indonesia regulasi mengenai penggunaan BTP pewarna dapat dilihat di Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 37 tahun 2013.
Reference
Wijaya C. Hanny & Noryawati Mulyono. 2009. Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Bogor : IPB Press
[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013. Perka BPOM nomor 37 tahun 2013 tentang Bahan Tambahan Pangan Pewarna.

Maulid Doni Rahman
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar